Find best premium and Free Joomla templates at GetJoomlaTemplatesFree.com

untuk para Alumni dan Santri Qotrun yang punya artikel dan ingin jadi kontributor di website ini, silahkan kirim artikel anda ke :

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tentang Qodlo dan Qodar

tentang qodlo dan qodar

sebelum anda meneruskan membaca catatan, silahkan cek, apakah anda termasuk orang yang meyakini al Qur'an sebagai pedoman dan Muhammad SAW sebagai panutan?

kalau jawabannya iya,maka silahkan teruskan membaca. tapi kalau jawabannya tidak, maka terserah mau terus atau tidak, karena hanya mereka yang meyakini al Qur'an sebagai pedoman dan Muhammad SAW sebagai panutan yang bisa mengambil kemanfaatan dari catatan ini insya Allah.

 

meyakini qodlo dan qodar adalah salah satu dari rukun iman.

berbeda dengan rukun iman yang lainnya, iman kepada qodlo dan qodar tidak mengharuskan seseorang untuk memahami hakikat dari qodlo dan qodar itu sendiri.

yang menjadi kewajiban bagi kita adalah meyakini bahwa segala kejadian adalah karena sudah ada keputusan (qodlo') dari Allah, dan kejadian tersebut sudah terukur sesuai dengan ukuran (qodar) yang dikehendaki Allah. sudah ditentukan waktu kejadiannya, durasinya, seberapa besar efeknya, dsb.

silahkan simak hadits ini :

واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك إن اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك

Dan ketahuilah, kalau seandainya seluruh ummat (baik jin maupun manusia) bersepakat untuk memberi kemanfaatan ( keuntungan) padamu, mereka tidak akan mampu kecuali dengan kemanfaatan (keuntungan) yang memang sudah Allah tentukan untukmu. Dan kalau mereka bersepakat untuk (membahayakanmu) mencelakaimu, mereka tak kan mampu melakukannya kecuali kalau celaka (bahaya) sudah Allah tentukan untukmu.

dan kalimat setelahnya adalah:

رفعت الأقلام وجفت الصحف

Alat tulis sudah diangkat, (tak akan dipakai lagi). Buku catatan sudah kering tintanya (tak bisa dihapus lagi). HR Tirmidzy

Hadits diatas secara jelas menerangkan tentang ketentuan Allah,ketentuan yang mencakup kejadian, durasi, efek samping, bahkan proses sebelum takdir mencapai hari H nya.

qodlo dan qodar adalah rahasia Allah, dan tak seorangpun diberitahu (kecuali hamba Allah yang terpilih).

terus kalo gitu kenapa kita harus bekerja,belajar,beribadah, dll? kalo ternyata segala sesuatunya telah diputuskan ?

bagini,.. manusia diberi kemampuan untuk menganalisa dan mempelajari, terus tentu saja yang bisa dianalisa dan dipelajari adalah hal hal yang memang bisa dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga.

sebelum takdir mencapai hari H nya, akan ada serangkaian proses kejadian, dimana hasil akhir dari proses tersebut hal yang tak bisa dielakkan. kita mungkin saja menyebutkan bahwa kekayaan adalah hasil dari kerja keras, kepandaian adalah hasil dari belajar yang rajin. tapi kita juga melihat banyak yang sudah kerja keras tetapi tetap gak punya apa apa, banyak yang rajin belajar tapi tetep saja tak pandai .

Takdir adalah sesuatu yang ada diluar jangkauan perhitungan logika. itulah sebabnya Allah hanya mewajibkan kita untuk meyakini bahwa segala sesuatu berdasarkan kehendakNYA.

Rasulullah SAW menerangkan dalam sebuah hadits , ketika manusia masih berupa janin berusia 160 hari atau 4 bulan dalam kandungan ibunya, sudah ditulis 4 hal, yaitu

1. rejekinya 2. ajalnya 3. amalnya (perbuatannya) 4. status diakhiratnya (bahagia atau celaka).

(hadits HR Bukhary Muslim dari Abdullah bin Mas’ud).. kalo diarbain nawawi hadits ke empat

sekarang bagaimana cara kita meyakini takdir?

beriman atau meyakini takdir adalah sebuah ibadah qolbiyyah, tentu saja kita harus mempelajari dan mencontoh tatacara pelaksanaan ibadah tersebut dari panutan kita Rasulullah SAW.

sekedar contoh :

Rasulullah SAW berperang demi tegaknya agama, beliau tidak pernah bersabda "percayalah dan yakinlah kepada takdir, kalau Allah menghendaki agama kita akan jaya walaupun kita tidak perang"

ketika berperang Rasulullah memakai baju perang, membawa perlengkapan perang, dan menggunakan strategi untuk kemenangan perang, tak sekalipun Rasulullah SAW mengajarkan "yang penting perang, menang mah tergantung takdir"

artinya Rasulullah SAW tetap melakukan hal-hal yang berkaitan langsung dengan kemenangan sebuah peperangan, padahal beliau sangat meyakini qodlo dan qodar.

Rasulullah menyiapkan pasukan, melatih tentara, dan memerintahkan agar para tentara berlatih menembak (memanah) dan berkuda untuk memperkuat pasukan, tapi beliau juga mengajarkan:

واعلم أن ما أخطأك لم يكن ليصيبك وما أصابك لم يكن ليخطئك

dan ketahuilah, apapun yang tepat meleset darimu tak akan pernah mengenaimu, dan yang memang mengenai kamu tak akan pernah meleset darimu.

itulah arti meyakini takdir, meyakini bahwa kalau Allah menghendaki sesuatu terjadi maka terjadilah, kala Allah tak menghendaki, maka sampai kapanpun tak akan terjadi. Tetapi Allah dan RasulNYA tetap memerintahkan kita untuk bekerja dan berusaha yang terbaik, bahkan mengajarkan agar pekerjaan yang kita lakukan dan segala aspek kehidupan , kita persembahkan kepada Allah.

Silahkan pelajari ayat ini :

قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين
katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku,(aku persembahkan) hanya untuk Allah, pemilik semesta. tak ada sekutu bagiNYA, dengan hal seperti itulah aku diperintahkan, dan aku adalah orang pertama yang pasrah (kepadaNYA).

Soooooooooooo do your best, karena itu akan kita persembahkan pada Allah..
Wallahu A’lam
mohon koreksinya,kalo ada kesalahan

Add comment


Security code
Refresh

Album

Akhir Sanah

 

 

PSB

 

 

RAKER

 

PORSENI

Qotrun Community